Velg Berbahan Alumunium Alloy

Dikutip http://otomax.id/

Alumunium adalah salah satu logam non ferrous. Dalam sector perindustrian, alumunium dikembangkan dengan demikian pesat. Dan dapat diubah menjadisekian banyak  macam produk dengan lebih ekonomis. Alumunium adalahlogamenteng dengan berat jenis 2.643 g/cm3 dan titik cairnya 660 oC. Bauksit ialah salah satu sumber alumunium, dan tidak sedikit ada didaerah Bintan dan Kalimantan. Bauksit dapat diubah dengan proses bayerguna mendapatkan alumina yang selanjutnya diubah kembali guna mendapatkan alumunium. Bagi menghasilkan 500kg alumunium dibutuhkan 550kg bauksit, 450kg NaOH, 31.5 ton H2O dan 7.5 ton uap. Bauksit bisa juga diubah menggunakan proses elektrolisa. Bagi 1kg alumuniumdibutuhkan 4kg bauksit, 0.6kg karbon, dan criolit. Sifat–sifat umum dari alumunium antara beda : – Berat jenis rendah – Konduktor listrik yang baik – Tahan korosi – Mudah dituang Beberapa jenis alumunium alloy : – Wrough Alloy Alumunium wrought alloy terdiri dari 2 macam yakni alumunium wrought alloy yang dapat diheatreatment dan alumunium wrought alloy yang tidakdapat ditempa. – Casting Alloy Alumunium casting alloy terdiri dari aluminium die casting dan alumunium permanent casting Beberapa macam aluminium alloy ditinjau dari bahan campurannya, antarabeda : – Magnal (terdiri dari gabungan alumunium dan magnesium) – Manal (terdiri dari gabungan alumunium dan mangan) – Siluminal (terdiri dari gabungan alumunium, tembaga dan silicon) – Duraluminium terdiri dari gabungan alumunium, tembaga, mangan dan magnesium) Berdasarkan keterangan dari HES (Honda Engineering Standart) ada alumunium alloy dengan type HD2 G2. HD2 G2 ialah alunium alloy yang dipergunakan dalam proses die casting. HD2 G2 ialah material alumunium alloy yang kuat, dan tahan benturan. Standar komposisinya ialah : – Silicon (Si) maximal 8.5 – 11% – Besi (Fe) maximal 0.85 % – Mangan (Mn) maximal 0.3% – Magnesium (Mg) maximal 0.25% – Nikel (Ni) maximal 0.3% – Seng (Zn) maximal 1% – Tembaga (Cu) 1 – 2.5% Pengaruh–pengaruh elemen/campuran dalam alumunium alloy : 1. Silicon (Si) Keuntungan : a. mempermudah proses flow dan casting b. mempermudah proses welding c. memperkecil daya lentur d. menangkal perubahan suhu yang terlampau cepat Kerugian : a. susah untuk proses pemotongan b. daya rekat jelek 2. Tembaga (Cu) Keuntungan : a. meningkatkan kekuatan b. mempermudah proses pemotongan Kerugian : a. gampang patah 3. Magnesium (Mg) Keuntungan : a. menambahkan kekuatan dan daya lentur b. mempermudah proses pemotongan c. efektif guna proses rekristalisasi Kerugian : a. menurukan daya rekat b. gampang patah c. memunculkan pin hole d. memunculkan hard spot 4. Besi (Fe) Keuntungan : a. menangkal part menempel pada dies Kerugian : a. menurunkan kualitas mekanis b. memunculkan hard spot 5. Seng (Zn) Keuntungan : a. mempermudah proses casting b. menaikkan keterampilan mekanis Kerugian : a. menurunkan daya gigitan b. menurunkan daya rekat c. gampang retak 6. Mangan (Mn) Keuntungan : a. tahan temperature tinggi b. memperkecil kerusakan dampak Fe Kerugian : a. daya serap panas berkurang b. memunculkan hard spot 7. Nikel (Ni) Keuntungan : a. tahan temperature tinggi b. menurunkan jumlah kehancuran Fe Kerugian : a. melemahkan daya gigitan 8. Timah Putih ( Sn ) Keuntungan : a. gampang dipotong b. gampang dingin Kerugian : a. tidak tahan panas Alumunium HD2 G2 seringkali digunakan untuk penciptaan spare part dari komponen otomotif yang memerlukan kekuatan dan tidak memerlukan keuletan. Produk – produk yang tercipta dari HD2 G2 diantaranya : a. Cover Crank Case R/L b. Cover Comp Cylinder Head c. Bottom Metal Flow proses dari penciptaan produk itu adalah: a. Penerimaan Material b. Penyimpanan Material c. Proses Melting (Peleburan) d. Pouring and Supply e. Casting Injection f. Proses Finishing g. Proses Machining h. Penyimpanan (Finish Good) i. Delivery

Download Game Now